Disetiap daerah tentu memiliki banyak perkampungan, dan setiap kampung tentu juga memiliki keunikan tersendiri. Salah satu kampung di Aceh yang menyimpan banyak cerita menarik adalah kampung Janda. Jika kita mendengar nama Kampung Janda sudah pasti banyak orang yang berpikiran kalau dikampung tersebut rata-rata dihuni oleh para janda. Kampung Janda pada awalnya tidak terlalu dikenal, tapi pada masa konflik nama Kampung Janda menjadi lebih sering didengar. Meski tidak semua orang tidak tahu dimana letaknya.
Kampung ini tepatnya berada di Kabupaten Sigli, bukan dikotanya melainkan kita harus menempuh jarak sekitar 30 Kilometer ke pedalaman kecamatan Bandar Dua. Beberapa tahun yang lalu jalan menuju kedaerah ini masih belum diaspal atau bebatuan, tidak tahu kalau sekarang sudah diaspal atau belum?. Sampai disana kita akan mendengar kebenarannya bahwa Kampung Janda hanyalah nama julukan, nama sebenarnya dari kampung ini adalah Kampung Cot Keeng.
Ketika masa konflik, ini merupakan daerah merah alias berbahaya. GAM dan TNI sering melakukan kontak senjata di desa ini. Pertarungan paling mencekam terjadi pada tahun 1991. Adu senjata itu menebarkan ketakutan bagi warga sipil yang tak ikutan berperang. Tak urung, sebagian besar lelaki desa itu lari untuk menyelematkan diri ke berbagai daerah lain. Menurut Zakaria Muhammad kepala desa setempat, kamu lelaki dikampung ini ada yang lari ke Meulaboh Aceh Barat, Kemedan atau kemana saja yang tujuan untuk menyelamatkan diri.
Setelah kejadian itu, Desa Cot Keeng berubah drastis. Kawasan yang semula tenang berubah menjadi arena operasi TNI dan Polri untuk memberantas GAM. Pertempuran kerap terjadi di tengah desa. Sampai-sampai, memandikan mayat pun jadi rutinitas warga desa. Nurlela istri Kepala desa bercerita pernah pada satu waktu para penduduk sedang memandikan jenazah penduduk setempat yang terkena tembakan peluru, pada saat itu pasukan TNI turun dari gunung. TNI menjadi heran karena semua warga di sana hampir sebagian besarnya wanita. Kalaupun ada laki-laki hanya orang tua, karena kondisi seperti ini maka pasukan TNI tersebut menamakan kampung ini sebagai Kampung Janda. Perubahan nama ini berlangsung cukup lama sampai-sampai hanya sedikit warga yang ingat nama sebenarnya dari desa ini. Padahal nama Kampung Janda jauh berbeda dari kenyataannya, wanita yang berstatus janda di desa ini hanya sekitar 7 orang.
Memang banyak perempuan yang nampak tinggal sendiri. Namun, bukan berarti mereka janda. Suaminya ada, namun belum kembali ke desa itu. Yang membuat mereka bernasib seperti janda adalah mereka harus menanggung sendiri biaya hidup bagi keluarga. Beban itu terasa begitu berat, terutama bagi tujuh janda betulan yang suaminya tewas terkena serangan senjata seperti yang dialami Aminah. Selain beban ekonomi, Aminah dan keluarganya juga menanggung beban psikologis yang berat, banyak dari saudaranya yang tinggal diluar desa tidak mau menerimanya dengan alasan mereka takut karena Aminah merupakan istri GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Aminah seakan-akan hidup terasing dan dijauhi oleh keluarga sendiri.
Julukan Kampung Janda tidaklah membuat warga desa tersebut menjadi bangga. Karena julukan ini sering disalah artikan bagi orang-orang yang belum pernah atau baru mendengarnya. Masyarakat disana berharap nama kampung janda ini bisa dihilangkan, apalagi sekarang kita sudah hidup dimasa-masa damai. Tapi, ada yang lebih penting dari sekedar merubah nama, yaitu nasib masyarakat disana yang masih hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka perlu bantuan, dukungan dan perhatian. Bagi mereka perdamaian hanya tinggal perdamaian, seharusnya mereka bisa tersenyum tapi senyum itu tertahan ketika melihat orang-orang besar dikantoran asyik tertawa setelah menerima gaji bulanan, insentif, tunjangan rumah dan komunikasi yang jumlahnya kalau dikumpulkan cukup untuk membangun kembali kampung mereka.
Makasih untuk Bang umar atas liputannya




5 comments
Comments feed for this article
April 27, 2008 at 11:15 pm
Tgk. Alex
Apdet donk, De….
*isep rokok*
June 1, 2008 at 5:18 pm
FierZo
mudah mudahan aja ga ada lagi kampung kampung janda laen……! damailah aceh ku sejahteralah abdya ku
July 6, 2008 at 3:26 am
alex pake pic adeknya
Ndak diapdet lagi ini?
July 18, 2008 at 2:38 pm
ocxie
ine jadi ide yang menarik tok gantiin LINA bang..
)
banyak Yang cakep gak janda nya?? hahahah
July 1, 2009 at 7:21 pm
son firdaus
pu kapegak adoe GPK nyan GERAKAN PENGACAU KEAMANAN,berarti kah nyan nah aneuk jawa,,aneuk( PAI ) kah,ha ha ha ka eh malam beuh,,bek kapap ma keuh, ,,