Semua orang pasti punya cita-cita, aku juga punya cita-cita walau belum tercapai tapi aku memiliki keyakinan untuk mengejarnya. Adun adoe bagaimana? Sudahkah memikirkan cita-cita apa yang kamu pilih? Atau kamu akan terus berjalan tanpa cita-cita, jadi sama aja berjalan tanpa arah dan tujuan.

Dengan adanya cita-cita, kita akan memiliki semangat untuk berusaha, seperti temanku yang sekarang menjadi atlit pencak silat di Aceh Tamiang, Faisal Abda namanya. Ada cerita unik ketika dia pertama kali menjadi atlit. Berawal dari badannya yang terlalu gemuk dan berkeinginan untuk berdiet, maka Faisal memilih olahraga Pencak silat. Namun, siapa sangka? Kalau pilihan yang dibuat Faisal membuka jalan menjadi seorang atlit.

Di usianya yang baru 21 tahun beberapa kemenangan dalam beberapa kejuaraan pencak silat diraihnya, seperti kejuaran pencak silat mahasiswa se aceh dan Porda tahun 2006. boleh dibilang, apa yang telah dilakukan Faisal cukup membuat nama daerahnya harum. Tapi, entah mengapa beberapa waktu belakangan ini semangatnya meneruskan cita-cita menjadi atlit pencak silat mulai menurun. Meski dia tetap latihan rutin, namun semangat dan gairahnya tidak sama seperti pertama kali dia mulai menjadi atlit.

Dari yang diceritakan Faisal, aku bisa tahu kalau yang membuat semangatnya turun selama ini adalah kurangnya perhatian. Daerah boleh bangga dengan prestasi Faisal, namun kebanggaan itu tidak betul-betul dirasakan olehnya, apa yang dilakukannya selama ini belum mendapatkan penghargaan. Perjuangannya berlaga di arena pencak silat hanya dihargai dengan posisinya sekarang sebagai pegawai honorer di Kantor Pemadam Kebakaran, itu saja tidak lebih!.

Selama ini Faisal tidak pernah mengeluh, meski luka dan cidera yang dia dapat setelah bertanding untuk mengharumkan nama daerahnya, Faisal tetap tidak mengeluh. Kesabaran seseorang tentu ada batasnya, mungkin saja masih banyak atlit-atlit diluar sana yang mengalami nasib sama dengan Faisal. Kerja keras dan keringat mereka hanya sebatas mendapat ucapan terimakasih dan selanjutnya? Mereka akan kembali menjadi anak-anak muda yang terpaksa membuang mimpi indah dari sebuah cita-cita besar!

Pemecah rekor sebagai Negara dengan Partai Politik (parpol) terbanyak masih tetap dipegang oleh Indonesia. Sebanyak 34 Partai Nasional akan saling berebut kursi dalam pemilu 2009 nanti. Dan untuk Aceh? Karena memiliki hak istimewa maka khusus Aceh jumlah partai ditambah 6, yaitu partai lokal.

Setiap Partai mulai menyibukkan diri untuk mempromosikan Calon Legislatif (Caleg). Cerita-cerita menarikpun terus bermunculan. Mulai dari Caleg yang rata-rata didominasi oleh kaum muda, sampai huru hara perebutan nomor urut. Banyak perdebatan, emosi yang meledak-ledak hanya karena nomor yang satu ini.

Pengurus partai yang pada awalnya berikrar selalu setia dan komit kepada partainya satu persatu mulai terpecah belah. Dari media bisa kita lihat semakin banyak anggota partai yang memilih mengundurkan diri dengan alasan sama, yaitu ”nomor”. Ada yang mengundurkan diri karena merasa ditipu, ada karena masalah perombakan keanggotan secara mendadak tanpa pemberitahuan dan yang paling parah adalah alasan pengunduran diri karena tidak mendapat nomor teratas dalam daftar Caleg.

Judi Togel yang juga memperebutkan angka dan nomor sekarang memang sudah jarang terdengar di Aceh. Tapi sekarang perjudian terpanas lebih panas dari Togel kembali muncul. Kalau dulu untuk memenangkan Togel orang rela menghabiskan waktunya mencari arti mimpi atau menginap semalam dikuburan. Nah, kalau untuk perjudian nomor urut, pesertanya tak perlu repot hanya cukup dengan memiliki modal besar untuk tebar pesona atau kampanye, dan yang lebih penting posisi harus tetap nomor 1.

Kalau dilihat dari pertempuran yang akan berlangsung, pastilah sangat menarik. Hanya ingin mengetahui apa yang dipikirkan oleh teman-teman yang maju sebagai caleg. Apa hitungan matematika 1 ditambah satu menurut mereka masih sama dengan 2? Atau sudah berubah? Mereka memiliki hitungan sendiri, satu ditambah satu tetap lah satu, karena nomor satu memiliki kesempatan besar untuk bisa maju dan menang!!

Merasa kesepian, hidup sebatang kara, seolah-olah tak ada seorangpun yang peduli adalah hal yang paling ditakutkan setiap manusia. Inilah yang aku rasakan ketika pertama kali bertemu dengan Ratna. Perempuan muda yang baru beranjak 22 tahun itu hanya duduk terdiam, sesekali matanya melirik ke arahku yang sedang berdiri bersama sepupunya bernama Zulfan.

Ratna tinggal disebuah gubuk kecil dekat rumahnya dikawasan Aceh Utara. Menurut Zulfan, orangtua ratna sengaja mengasingkannya agak jauh dari rumah karena Ratna sewaktu-waktu bisa mengamuk dan menghancurkan semua perabotan rumah.

Zulfan, sepupu ratna usianya tidak jauh beda hanya selisih 1 tahun lebih tua Zulfan. Selama ini Zulfan lah yang paling rajin menjaga ratna. Kebetulan Ratna memang anak satu-satunya dalam keluarga, jadi gak salah kalau sebagai sepupu, Zulfan memiliki tanggung jawab yang besar kepada Ratna.

Zulfan kembali mengingat masa-masa awal ketika Ratna mulai mengalami gangguan jiwa. Sekitar 5 tahun yang lalu Ratna mengalami kejadian mengerikan. Saat itu Ratna masih duduk dikelas 1 SMA. Siang hari sekitar pukul 2, Ratna bersama 3 orang temannya baru saja pulang dari sekolah, tiba-tiba didepan mereka terjadi kontak senjata, Ratna dan kawannya berlarian untuk sembunyi. Namun tak disangka, salah seorang kawan ratna terkena peluru nyasar dan meninggal dunia. Semenjak kejadian itu Ratna mulai berubah. Ratna menjadi pendiam, terkadang menangis dan berteriak-teriak.

Keluarga Ratna dan Zulfan telah berusaha membawanya berobat, dari cara medis sampai pengobatan alternatif. Namun, Ratna tidak sedikitpun memperlihatkan tanda-tanda untuk sembuh. Keluarga Ratna hanya bisa pasrah melihat putri tunggalnya, tidak ada lagi Ratna yang dulu ceria, suka membantu si ibu memasak, yang terlihat hanya seorang anak perempuan yang terjebak dalam dunianya sendiri, seorang anak perempuan yang sewaktu-waktu bisa meledak dengan berteriak, tertawa dan menangis.

Pernah sekitar 2 tahun yang lalu, Ratna tiba-tiba kabur dari rumah. Zulfan dan orangtua ratna menjadi panik, mereka langsung mencari di sekitar kampung, syukurnya Ratna belum terlalu jauh berjalan. Yang membuat Zulfan dan orangtua ratna makin sedih adalah mereka melihat anak-anak kecil dikampung menganggu dan mengejek Ratna dengan panggilan ”Aneuk Pungo!!!”.

Menurut Zulfan, semenjak kejadian itu orang tua Ratna memilih mengurung ratna karena mereka gak tega melihat anaknya dihina. Meski sudah sering merasa putus asa, Zulfan tetap yakin untuk menyembuhkan sepupunya itu. Tanpa peduli besar biaya yang harus dikeluarkan yang penting Ratna bisa kembali menjalani hidup normal.

Aceh memang telah damai, namun kedamaian itu tidak dapat dirasakan oleh ratna. Zulfan memiliki keinginan, jika saja nanti Ratna sembuh dia akan membawa Ratna berkeliling Aceh, dia ingin menunjukkan kepada ratna kalau sekarang Aceh sudah berubah. Setiap kali menjaga Ratna, Zulfan selalu membisikkan pesan kecil ketelinga ratna. ” Na, bek neu takot le, Jinoe Aceh ka damee, Bagah puleh beuh dek!!”.



Jika Aku terlahir kembali, tentu Aku akan meminta kepada yang Maha Kuasa, agar aku kembali dilahirkan dengan sempurna. Memiliki anggota tubuh yang lengkap dan bisa berfungsi normal. Tapi…ya itulah takdir. Tidak seorangpun bisa menolaknya, atau menawarnya. Aku lahir ke dunia, memang dengan kondisi sempurna. Sebutir peluru mematahkan tulang kakiku pada sebuah konflik bersenjata di daerahku. Alhasil, kaki kananku buntung, dan sejak saat itu dunia terasa berubah buatku. Namun Aku tidak menyerah dengan takdir. Aku berusaha keras, hidup secara normal, seperti orang lain.

Aku kadang minder dengan kondisiku, namun lama kelamaan Aku bisa mengerti, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kini Aku hidup di Langsa, sebuah kota yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik dibanding di daerah asalku yang masih tertinggal. Aku hidup dari ketrampilanku ngutak ngatik sepeda motor, dan membuka bengkel motor. Aku membuka tempat usaha dikawasan pasar, yang kurintis sejak 2 tahun lalu, dengan modal dari bantuan sebuah lembaga donor.

Sebelumnya, Aku bekerja pada seorang teman, Fikar namanya, ahli mengutak ngatik sepeda motor. Ya.. Aku sadar, kondisi tubuhku, tidak memungkinkan Aku untuk bekerja kantoran. Apalagi Aku hanya tamat Sekolah Dasar. Karena saat Fikar menawariku kerjaan, Aku tidak pikir panjang.

Meski Aku tidak memiliki bekal cukup, namun semangat untuk maju tidak pernah padam. Setiap hari Aku dengan bersemangat membantu memperbaiki dnn mengutak ngatik sepeda motor, di tempat kerjaku. Aku perhatikan betul bagaimana seluk beluknya, apa saja bahan dan peralatan yang diperlukan. Dari situlah aku tahu bagaimana merawat sepeda motor, memperbaiki ban bocor, mengganti velg roda, membersihkan mesin, hingga memodifikasi speda motor.

Alhamdulilah suatu saat, aku mendapat bantuan modal usaha dari sebuah donor asing.Beranjak dari tekadku, maka aku memutuskan untuk keluar, setelah setahun bekerja. Aku yakin aku bisa membuka usaha sendiri. Atas ajakan seorang teman, Aku kemudian merantau ke Langsa. Aku membuka usaha ini dari nol. Segala peralatan, aku beli satu demi satu. Aku mengontrak rumah, sekaligus tempat membuka usaha modifikasi sepeda motor.

Aku bersyukur, kini Aku sudah bisa mandiri. Mungkin banyak orang tidak yakin akan kemampuanku ini, karena kondisi kakiku, seperti tidak memungkinkan. Tapi Allah Maha Adil.

Apa yang sepertinya tidak mungkin bagi orang lain, mungkin saja bisa dilakukan oleh seseorang. Dan kini aku makin yakin, selama manusia mau berusaha, tidak ada kata tidak bias. Ajaran Islam juga mengatakan, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, jika orang tersebut tidak berusaha untuk mengubah nasibnya sendiri.

Kini Aku menjalani kehidupan ini mengalir begitu saja. Aku besyukur, bisa mendapatkan penghasilan dari ketrampilan yang Aku miliki. Sejak dahulu Aku bertekad, meski kondisiku tidak sempurna, namun Aku harus bisa hidup mandiri. Aku tidak mau, kekuranganku menjadi hambatan dalam menjalani kehidupan ini.

Aku tidak ingin, kekuranganku menjadi alasan untuk terus bergantung pada orang lain. Yang paling utama, Aku tidak mau menjadi beban keluargaku.

Aku ingin melengkapi hidupku sesempurna mungkin, meski aku memiliki ketidak sempurnaan.

Gak terasa udah rmau masuk akhir ramadhan, ini tahun kedua saya melalui bulan ramadhan dirantau, memang sih sebentar lagi pulang kampung karena udah dekat lebaran, tapi hari-hari belakangan ini saya lewati dengan susah payah, maklum semuanya serba sendiri. Buka puasa sampai sahur beli sendiri, untungnya ada kawan-kawan satu kost, jadi suasananya bisa sedikit lebih ramai. Masih teringat masa-masa ramadhan dikampung halaman, biasanya ibu menyiapkan makanan yang special dan jarang ada dihari-hari biasa. Asli, kangen sama kolak buatan rumah, juga kangen ketika ibu bangunin saya untuk sahur sambil teriak-teriak, karena anaknya yang satu ini memang paling susah plus malas bangun.

Sekarang banyak yang berubah, sekitar 6 tahun yang lalu ketika saya masih SMA, bulan ramadhan dikampung gak semeriah 3 tahun belakangan. Saya masih ingat ketika pulang malam hari karena baru selesai tadarus di masjid, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari kampung sebelah, wah betul-betul mengerikan. Saya dan kawan-kawan berlarian pulang kerumah dan langsung sembunyi, kontak sejatanya berlangsung sekitar 20 menit yah lumayan lama lah dan ini membuat saya dan keluarga mungkin juga semua penduduk kampung ketakutan, tak ada suara yang keluar Cuma nenek yang terlihat terus membaca doa. Walau kontak sejatanya terjadi dikampung tetangga tapi suasana dikampung kami juga ikut menjadi mencekam,

Sebenarnya kontak senjata bukan pertama kalinya terjadi didaerah kami, tapi masalahnya ini kan bulan puasa! Kok gak ada yang mau menahan diri ya? Bingung mau salahin siapa tapi yang pasti semenjak kejadian malam itu saya dan kawan-kawan tidak berani lagi berlama-lama dimasjid, kadang selesai tarawih kami langsung pulang, gak ada lagi yang mau tadarusan karena takut pulangnya telat.

Hah, Damai memang membawa berkah, gak ada takut-takut lagi, mau tadarus sampai pagi, mau pulang kampung, semuanya udah aman!. mau cepat-cepat pulang ni, hari kemenangan sudah didepan mata.

Sehari menjelang lebaran, kami sekeluarga pasti akan belanja banyak, khususnya bahan makanan yang akan dimasak buat hari lebaran. Favorit keluarga sih lontong sayur sama rendang. Tapi bagian favorit saya adalah membuat ketupat. Gak tau kenapa kalau saya yang ngisi beras ke sarang ketupat, ukurannya selalu gak pas, kadang hasilnya terlalu keras dan lebih parah lagi ada yang lunak kayak bubur tapi saya tetap penasaran untuk terus mencoba.

Sudah terlalu banyak mengkhayal ni, mending sekarang keluar dan langsung ke travel untuk pesan tiket, takut gak kebagian. Hmmmm, gimana lebaran tahun ini ya? Semoga tetap indah dalam balutan damai……Amin!!!

Hah, hari yang melelahkan, diluar sana cuacanya panas terik membuat malas keluar. Baru-baru ini saya dapat kenalan baru dari Aceh Timur, namanya M idris, umurnya masih 25 tahun. Kami ngobrol lumayan lama, dan ternyata idris adalah korban konflik. Kalau boleh jujur sih, semua masyarakat Aceh juga korban konflik. Tapi dari idris saya mendapat cerita menarik, dia adalah korban penculikan yang sampai sekarang belum mendapat bantuan. Awalnya saya juga gak percaya, namun begitulah kenyataan.

Idris sebenarnya korban salah culik, dia dituduh sebagai mata-mata. Padahal sebelumnya dia merantau ke luar, baru 2 hari tiba dikampung langsung diculik dan ditanya macam-macam. Alasan penculikan sepele, karena idris dianggap orang asing dan tidak melaporkan keberadaannya. Malam itu menjadi malam sangat mengerikan bagi idris dan keluarganya, gak ada yang berani menolong, orang-orang dikampungnya pun hanya bisa melihat tak berdaya, idris juga berpikiran kalau dia akan mati malam itu. Selama penculikan, idris terus dipaksa mengaku kalau dia adalah mata-mata, namun karena dasarnya dia bukan mata-mata maka idris tetap tak mau mengaku. Syukurlah malam itu tidak menjadi malam terakhir baginya, idris dibebaskan meski badannya mengalami memar disana sini akibat pemukulan. Biarlah badan sakit yang penting nyawa selamat, begitu katanya!.

Masa damai sekarang ini belum betul-betul dinikmati Idris. Seharusnya dia mendapat bantuan sebagai korban konflik, tapi sampai sekarang dia belum mendapat apa-apa. Hanya rasa sakit hati dan kecewa yang dia dapat, sebab ini bukan pertama kalinya dia mengurus bantuan, tapi sudah ke empat kalinya. Yang membuat kekecewaannya semakin besar adalah teman-temannya yang lain sudah menerima bantuan berupa dana sebesar 10 juta.

Untuk mengurus bantuan dana itupun bukan hal mudah, banyak surat atau dokumen yang harus disiapkan. Harus mondar mandir kayak angkot cari tumpangan. Dari Kepala lorong ke Keuchik terus ke camat terus harus minta surat dari pihak yang menculiknya dulu, terus ke BRA, kalau belum lengkap tidak bisa terima, hufff ini mau mengurus bantuan atau Ospek mahasiswa baru ya? Pernah suatu waktu dia marah besar, karena sebelumnya namanya sudah tercatat sebagai penerima bantuan, tapi disaat hari penyerahan dana, tiba-tiba namanya tidak ada lagi, berbagai alasan dari panitia yang tidak masuk akal.

Dalam hatinya, Idris memiliki keinginan besar jika dana bantuan itu keluar, dia ingin membeli sepeda motor, membuka usaha, dan yang lebih penting lagi dia ingin kuliah. Namun, Sementara ini semua keinginannya harus di simpan dalam-dalam.

Entah kapan bantuan itu akan didapatkannya, mungkin saja idris akan kembali mondar mandir untuk mengurus kelengkapan dokumen namun belum tentu juga dana itu akan diterimanya. Diantara canda tawanya idris Cuma berpesan agar bantuan yang disalurkan bisa kepada mereka yang berhak, kalau tidak maka panitia penyalur bantuan akan mendapat kutukan. Ha..ha.ha ada-ada saja, tapi mungkin saja terjadi, karena doanya orang-orang terzalimi kan sangat mudah diterima!

Kabupaten Aceh Tengah yang berpusat di Takengon memang terkenal dengan udara dinginnya dan merupakan penghasilan sayur dan buah-buahan paling banyak. Kalau sudah berbicara tentang Takengon juga tidak terlepas dari daerah penghasil kopi dengan cita rasa dan aroma kelas atas. Ada banyak yang bisa kita ceritakan tentang daerah satu ini, salah satunya adalah perubahan suhu di Aceh Tengah kalau boleh saya katakan ”Aceh Tengah Tak Sedingin Dulu!!” tapi ini akan saya tulis berikutnya.

Untuk sekarang saya akan mencoba menulis tentang seorang seniman terkenal di Takengon. Seorang pelaku seni yang sudah banyak menghasilkan karya-karya besar. AR. Moose namanya.

AR Moose dilahirkan di Takengon 29 April 1940 setelah menamatkan sekolah rakyat ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 takengon dan kemudian ia belajar di sekolah musik indonesia di yogyakarta tahun 1958-1961.

Tahun 1873 Ar Moese kembali ke aceh tengah untuk menamatkan sekolahnya di SMA negeri 1 takengon tahun 1977.

Lagu yang diciptakan adalah tawar sedenge pada tahun 1965 dinobatkan menjadi lagu wajib daerah. Lagu tawar sedenge sering dikumandangkan pada setiap acara-acara tertentu. Bahkan lagu ini juga sering dimainkan di sejumlah daerah yang ada masyarakat perantau aceh tengah.

AR. Moese juga sempat menciptakan musik perahu, musik ini terbuat dari perahu kayu yang sudah tidak dipakai lagi dan ciptakan menjadi sebuah alat musik. Karena keunikkannya, musik perahu telah berkali-kali tampil di taman ismail marzuki (TIM) jakarta. Penciptaan musik perahu ini lahir dari sebuah kegelisahan dan geliat naluri penyair yang tak pernah diam untuk kesenian.

AR Moose Meninggal hari minggu 26 Agustus 2007 dalam usia 69 tahun di Jalan Blang Mesra Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah karena telah lama menderita penyakit sejenis cerosis.

Almarhum AR Moese mendapat penghargaan dari Direktorat Kesenian Dikbud. Lagu-lagu yang pernah diciptakan tawar sedenge, garipo, manuk kucak, tangke nate dan ama. Serta ratusan lirik lagu yang tak sempat didokumentasikan.

AR Moose telah kembali kepada Allah SWT, namun karyanya masih tetap bisa didengar dan lihat, lahir dari sebuah ketulusan untuk tetap menjaga kesenian daerah gayo terus hidup. Semoga akan lahir AR Moose lainnya!!

Siang itu dia pulang kerumah dengan hati teramat senang, disepanjang jalan dia terus berteriak-teriak agar semua orang tahu kalau dia telah terpilih menjadi ketua kelas. Dengan bangga dia terus berteriak “aku menang!!!!” “aku ketua kelas sekarang!!!”, beberapa orang yang melihat berpikir kalau dia sudah gila.

Setibanya dirumah ibunya juga menjadi sasaran kegembiraannya, dia mengguncang, memeluk dan mencium tubuh ibunya sambil berteriak ”Aku ketua kelas sekarang bu!”. si ibu hanya bisa menggeleng, dan bertanya bagaimana caranya kamu bisa menang? Apakah semua teman-teman dikelas menyukaimu?. Dengan santai si anak menjawab aku hanya melakukan sedikit trik bu, tidak semua teman-teman menyukaiku tapi aku mampu menarik perhatian mereka semua. Si ibu semakin heran dan kembali bertanya trik apa yang dilakukan oleh anaknya?, si anak menjawab tidak ada trik khusus hanya dengan menjatuhkan saingan dan membuat dirinya menjadi lebih baik dimata teman-teman. Ibunya terkejut, dengan suara berat si ibu coba menasehati anaknya ”Politik, cobalah untuk berbuat baik, seharusnya kamu bisa mengendalikan dirimu dan menjadi ketua kelas dengan cara yang lebih baik. Ingat anakku dirimu ibarat pisau, tergantung bagaimana kamu menggunakannya, kamu bisa membantu seseorang dengan memotong sayuran dan menjadikan masakan yang lezat, namun kamu juga bisa membunuh orang lain dengan ketajamannya”.

Dengan batin penuh gejolak si anak yang ternyata bernama politik masuk kekamar, ada keinginan besar dalam dirinya untuk menjadi lebih, lebih dan lebih, hari ini cukup menjadi ketua kelas, tapi tunggu nanti…..

Tahun berlalu, Politik berajak dewasa dan perjalanannya pun semakin jauh. Sekarang saja dia telah mampu menjadi seorang anggota DPR. Dan itu masih belum cukup! dengan kemampuannya dia terus mencari kesempatan, hingga akhirnya dia tertangkap di jebloskan ke penjara dan didudukan dimeja hijau.

Ketika persidangan, hakim dan jaksa penuntut terkejut, daftar kejahatan yang dibuat begitu banyak, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah, Kenaikan BBM, kelangkaan minyak, pembunuhan aktivis HAM, sampai kepada konflik berdarah di Aceh. Masih banyak lagi kejatahannya hingga tak sanggup untuk dibaca. Dengan usia masih muda dia telah melakukan kejahatan-kejahatan luar biasa.

Hakim bertanya kepada politik apakah dia tidak merasa bersalah dan berdosa dengan semua kejahatannya?. Politik menjawab dengan tegas kalau dia tidak pernah merasa bersalah, dia hanya mencoba mengenalkan sesuatu yang baru dengan menggunakan sifat asli dari manusia yaitu saling menjatuhkan. Hakim dan peserta yang hadir dalam sidang terdiam.

Politik bangkit dari tempat duduknya, dengan lantang dia bertanya kepada semua orang ”siapa dari kalian yang membenciku?”. tak ada yang menjawab. Politik kembali bertanya ”kalau begitu siapa dari kalian yang menyukaiku?”. masih tak ada yang mau menjawab. Politik kembali bicara ” inilah buktinya, tak ada seorangpun yang bisa menghalangiku. Ketika aku masih kecil ibuku berpesan kalau diriku ibarat pisau, bisa untuk membantu atau juga untuk membunuh, dan lihatlah sekarang! Aku telah mengasah pisau ini menjadi sangat tajam! Jangan menutup mata saudaraku, kalian akan menyukai yang aku lakukan, dan aku tidak akan berhenti sampai disini”

Kata-kata terakhir dari politik membuat semua orang menjadi ketakutan, Hakim, jaksa, polisi, kritikus, kepala daerah serta semua peserta sidang dengan penuh curiga bertanya-tanya dalam hati ”jangan-jangan selama ini kita semua juga sudah dipengaruhi politik?”

Politik tak pernah dewasa apalagi menjadi tua, layaknya remaja politik penuh dengan semangat. Seorang Remaja terkadang hanya mementingkan dirinya sendiri, sering menyalahkan orang lain, memandang rendah,  dan hanya pendapatnya lah  yang paling  benar, begitu juga dengan politik!!

aku harus mulai dari mana? cerita yang rumit tapi penuh kenangan yang tidak mungkin aku lupakan. Allah SWT mempertemukan hatiku denganmu, seseorang yang selalu kusyukuri. kepadamu aku mengucapkan janji untuk selamanya, menjaga hati, cinta dan rasa. bersamamu aku berjanji untuk mendirikan sebuah bangunan yang bernama “rumah cinta kita”.

menjalani ikatan bersamamu telah menjadikanku seorang yang kuat, aku telah memikirkan masa depan untuk kita berdua. dengan cintamu aku menutup mata kepada hati lain, bersamamu aku merasa cukup.

waktu harus dan terus berputar!

banyak perubahan terjadi, tiba-tiba komitmen yang pernah kita buat menjadi kabur. ada sesuatu yang berubah, aku tidak tahu, mungkin kamu atau juga aku yang berubah. sering terjadi perbedaan pendapat, perasaan itu menjadi beda. aku hanya bisa bertanya “kemana rumah cinta kita?” “apa yang terjadi pada rembulanku?”.

Ini sebuah keputusan!

rasa ini tak akan bisa hilang, melainkan akan terus bertambah besar. aku sering mengatakannya dulu kepadamu, itu tak akan berubah.

Terbanglah….

tak banyak yang bisa aku lakukan, terlalu egois diri ini!. aku terlalu menginginkanmu! sampai saat inipun aku belum bisa menerima perubahan ini. aku masih merasa kamu untukku, terlalu manja diri ini!.

Maafkan…

jika aku tak seperti yang kamu inginkan. mungkin aku tak bisa mengejarmu, aku sudah terlalu jauh berjalan. akan sulit bagiku berhenti, kecuali bersamamu.

Aku ingin mengucapkan…

Assalammualaikum rembulanku, masih adakah aku didalam doamu? masih tersisakah cintamu untukku? aku membutuhkanmu, betul-betul membutuhkanmu! aku tidak menyalahkan keputusanmu, itu terbaik untukmu! aku tak akan marah..

Assalammualaikum rembulanku, apa yang kamu rasakan saat ini? masih adakah rindu itu?

Assalammualaikum rembulanku, ada sayang yang begitu besar untukmu, Semoga Allah selalu menjagamu dengan cintanya dan juga cintaku…

aku jatuh cinta kepadamu hari ini….

aku jatuh cinta kepadamu kemarin….

aku jatuh cinta kepadamu besok….

mengingat wajahmu, mendengar suaramu, membaca pesan darimu

membuat aku semakin jatuh cinta….

aku tidak buta, hanya percaya…

cinta bukan satu-satunya alasanku memilihmu..

hanya percaya, ada ikatan yang sulit untuk dilepas…

jika aku percaya, apa kamu juga akan percaya?

ini mimpiku, doaku dan harapan….

Aku jatuh cinta kepadamu…

kemarin…. tadi pagi… satu jam yang lalu… detik yang baru berlalu… besok…. Selamanya!!!

Aku akan selalu jatuh cinta kepadamu!

a

Blog Stats

  • 10,131 hits

 

November 2009
M T W T F S S
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Flickr Photos

Jump!

autumn apparitions

twist and twirl

More Photos